Ulang Tahunku

July 26th, 2008 by ciputao

77
Tanggal 09 Juli 1989, lahirlah seorang bayi perempuan yang imut banget. Namanya Yulisa Farma dipanggil Icha. tanggal 9 Juli kemarin merayakan ultahnya yang ke-19 taon. Wah, senengnya minta ampun, bentar lagi mau kepala dua hehehehe. Malamnya, saya gak bisa tidur, apalagi sudah mendekat jam 12 malam. Bertubi-tubi pesan menghampiri telpon mobile untuk mengucapkan met ultah. Jam empat pagi barulah saya tertidur pulas. Nilna adalah orang pertama cewek yang ngucapin met ultah lewat sms, yang cowoknya dirahasiakan hehehe. Memang sedikit terharu, mereka rela begadang hanya untuk mengucapkan dua kata itu “Met Ultah.”

Paginya, saya pergi ke kantor seperti biasa. Tak lama saya datang, Opie langsung nongol. kami berbincang-bincang sampai datanglah anak yang paling bloon, Fresti. Mereka semua mengucapkan met ultah juga dengan salaman, itu pun saya mancing dikit agar mereka inget hiks hiks hiks. Dedet datang dengan kacamata yang dipakai seperti biasa, Nilna juga datang ke pmails dengan muka yang cemberut. Saya pun bingung kenapa sobatku itu cemberut, “Ujiannya susah banget!” Itu kata-kata yang terlontar dari mulutnya.  Kami ngobrol tentang ultah pmails nanti. Tak lama,  beliau yang sudah aku anggap seorang Ayah datang menghampiri kami, Om Kw. Om meminta janji kami yaitu cerpen, tugas sanggar minggu kemarin. Dengan sedikit guugp, Opie memberikannya kepada, Om. Saya agak ragu karena cerpen itu belum sempurna bagi saya. Om pun mengucapkan met ultah dan berjanji memberi saya buku sebagai hadiah ultah. Karena saya tak mempunyai uang sepersen pun saat itu, Om ngasih uang sebagai hadiah ultah. Opie dan Nilna cekikikan berharap akan ditraktir. Sabar ya teman-temanku, akan ada saatnya aku menytraktir kalian, tapi tidak sekarang. saya membutuhkan banyak uang sekarang.

Ulang tahunku tahun ini dibanjiri banyak kado. Beda sekali tahun kemarin yang hanya membeli kue dan merayakannya sendiri di dalam kamar. Banyak kado yang datang, mulai dari teman dekatku yang bernama Mira memberikan boneka lucu yang tak sengaja dibelinya di Bukittinggi. “kadonya gak seberapa, Cha. Gak papa kan?” ya gak papalah, yang penting dia tetap menjadi sahabatku dari SMP sampaii sekarang. Yang paling banyak yang aku dapatkan adalah buku dan itulah yang aku inginkan. Kakak-kakak angkat saya memberi sebuah buku yang sangat saya sukai, yaitu novel fiksi. Temanku yang jauh di Surabaya juga ngirim kado ultah. tapi tahu gak sih kalau saya tahu apa isi kadonya? Isinya adalah novek fantasi trilogi karya Philip Pullman yang perjudul Pisau Ghaib. Itu buku kedua dari tiga buku. Buku pertama dan ketiganya udah aku dapetin, tapi tinggal yang kedua aja, jadi Fiqri suruh milih yang mana , ya aku pengennya Pisau ghaib. Eh, tau gak, dibeliin ama tuh anak, huahahahaha. Namanya FiQri, dia temen chattingku yang paling setya dan baek hati.

Ada beberapa buku yang diberikan teman lamaku. Dan tahun ini saya diberi banyak kado. Sekarang, saya sedang menantikan kado dari Nilna dan Opie hehhee, kan dah janji huhuhu *ditabok nilna dan opie* Yang jelas ultah sekarang cukup menyenangkan, walaupun hanya di kantor aja menanti hujan yang tak kunjung reda. Saya berjanji akan mentraktir semua teman yang sudah memberikan kado, tapi gak sekarang, suatu saat nanti. Malamnya, ada orang yang ngasih ucapan yang paling terakhir, Bang Kotik. Katanya,” Saya ingin jadi orang paling terakhir yang ngucapin, SELAMAT ULANG TAHUN.” Aku pun berkata dalam hati, “Bagiku tak ada yang awal atau akhir, yang penting engkau ingat kalau hari ini hari bahagiaku.”

Telpon Umum

July 26th, 2008 by ciputao

Banyak banget telpon umum yang rusak abiss… Mentang-mentang udah ada wartel and hp, eh telpon umum jadi ditinggalin and terlantar. Hal ini beda banget ama telpon umum di luar negeri. Walaupun mereka udah punya alat komunikasi yang canggih, tapi mereka tetap melestarikan telpon umum. Ada yang menghiasnya dengan aneka warna dan bentuk. Walau kehidupan mereka udah keren, tapi telpon umum tetap diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakatnya. yang inini bedanya ama Indonesia, lihat aja telpon umum yang saya foto, rusaknya minta ampun.

Pas lagi asyik nelpon di depan kantor
Img00011

Eh, tiba-tiba ada yang ganjal di telinga. Rupanya tuh telpon dah rusak parah. Gubrakkkk!!!

Kalau dapat pemerintah jangan peduliin urusan masing-masing. Peduliin tuh telpon umum, pasti banyak orang kangen ama benda ini. Kan unik and nelponnya gak mahal.

New Moon (Dua Cinta) === kelanjutan Twilight

July 26th, 2008 by ciputao

Buku ini merupakan buku kedua dari lanjutan kisah Twilight.

450825034_1
Nah, ini merupakan buku kedua setelah twilight. Saya sudah membacanya dan ternyata lebih seru dari buku pertama. Saya jadi gak sabar untuk membeli buku ketiga dan keempat karya Stepenie Meyer ini. Saya memiliki buku keduanya, tapi sayangnya, sewaktu saya pergi kumpul ama komunitas Palanta, di jalan buku itu tertinggal di atas mobil. Padahal itu buku kado ultah dari teman. Tapi, untunglah saya sudah membacanya. Ini resensi New Moon menurut pandangan saya.

Sekarang Isabella hanya tinggal seorang diri. Ia ditinggalkan Edward Cullen dan mungkin tak pernah kembali. Edward bersama keluarganya pergi ke tempat yang sangat jauh. Hari Bella penuh dengand epresi dan kehampaan. Ia lebih banyak diam dan tak mau mendengarkan orang lain. Dirinya seperti patung tak bernyawa. Charlie, sang ayah nyaris mengirim Bella ke Phoenix tempat Ibunya tinggal nkarena ia tak sanggup melihat putrinya yang seperti mayat hidup. Meskipun Bella melakukan rutinitas seperti biasa, namun ada yang berbeda dari dirinya, ia nyaris tak punya kehidupan sedikit pun. Namun, Charlie mengatakan kepadanya agar tak perlu berusaha sekeras itu terlihat baik-baik saja. Karena Charli akan mengirimnya ke Phoenix, Bella pun bangkit dan mulai bergaul dengan teman-teman sekolahnya, meskipun ia tahu kalau sulit untuk berkomunikasi kembali setelah ia melakukan aksi diam dan menarik diri dari teman-temannya.
Hal yang paling sulit adalah bekomunikasi dengan jessica teman akrabnya. Ia pun memulai ancang-ancang mulai dari menonton di bioskop, berlaku manis pada Jessica dan usahanya itu gak sia-sia. Satu kejadian di kota ketika ia selesai menonton film memberikan ide gila padanya, ketika Bella bertemu dengan anak-anak berandalan yang dari jauh mirip anak-anak yang hendak mencelakakan dirinya dulu tiba-tiba Bella merasakan delusi di kepalanya, delusi yang manis dan amat dirindukannya. Dia seakan-akan mendengar sosok Edward berbicara padanya jelas seperti Edward yang selalu mengingatkannya bila ia bertingkah ceroboh dan membahayakan dirinya. Kemudian ia medapat ide fantastis untuk memunculkan delusi itu kembali, ’satu pihak sudah ingkar janji mengapa ia tidak boleh mengingkari janjinya juga?’ pikir Bella.

Bella melihat 2 buah SEPEDA MOTOR teronggok di pekarangan tetangga, dan meminta sepeda motor itu untuk diperbaiki, tentunya tanpa sepengetahuan Charlie yang akan membunuhnya kalau tahu ia mengendarai motor. Kemudian Bella menemui Jacob Black yang dia tahu ahli memperbaiki benda-benda semacam itu. Anehnya ketika ia menemui Jacob Black, ada sesuatu pada anak itu yang menyembuhkan ‘rongga’ di dadanya. Bella pun tidak menyangka, menemui Jacob akan memberikan efek seperti itu semacam pelabuhan yang aman, seorang sahabat yang amat dibutuhkannya. Pengalaman-pengalaman cerobohnya terbukti memberikan efek delusi yang diinginkannya. Sampai saat ia menemukan kenyataan bahwa Jacob pun tidak seaman yang ada dipikirannya, baru saja ia terbebas dari vampir muncullah makhluk lain lagi. Teringat pada perkataan Edward, bahwa ia bisa menarik bahaya dalam radius bermeter-meter untuk mendekat. Kenyataan lain lagi membuat kehidupannya kembali terpuruk, bermacam korban sudah terjadi di hutan entah siapa yang menyebabkan para pendaki-pendaki gunung itu mengilang, ada sesuatu di luar sana yang masih mengincar dirinya. Saat Bella hendak ingin terjun dari tebing dan ia mendengar suara Edward yang melarangnya u7ntuk terjun. Hal itu tak diacuhkan oleh gadis ini dan akhirnya ia terjun dan terbawa ombak sebelum diselamatkan oleh Jacob. hal itu membuat Edwared Frustrasi dan menganggap kalau Bella sudah meninggal. Hal ini diperkuat oleh Carlisle, saudaranya. Edward pun mencoba untuk buinuh diri di Italia tempat para bangsawan Vampire. Bella pun berusaha untuk menyelamatkannya. Akankah Bella berhasi menyelamatkan Edwar di tengah terik matahari yang bisa membunuh banyak vampire? Baca deh! Buku ini sangat menarik dan mudah mengalir bagi pembaca. Menggambarkan tokoh yang mencekam hinggga lembar terakhir. namun, novel ini sedkit dewasa jadi yang baca juga harus dewasa. Nantikan kelanjutan cerita Isabella Swan pada buku ketiganya Eclipse.

Twilight

July 26th, 2008 by ciputao

1024x768_2
Ketika Isabella Swan pindah ke Forks yang muran dan gak ada cahaya matahari. Ia tinggal bersama Ayahnya Charlie. Awal tinggal di sana, Bella sangat benci tinggal di tempat lembab seperti itu. Namun, ada hal yang membuatnya betah. Bella bertemu dengan cowok misterius dan memesona bernama Edward Cullen. Hal ini membuat perasaan Bella tak menentu. Kulit pucat seperti porselen, sepasang mata keemasan yang bisa berubah-ubah menjadi hitam pekat, suaranya yang merdu dan memikat. Edward adalah sosok menarik dan sangat sempurna bagi Isabella. Namun, begitu banyak rahasia yang tidak diketahui gadis ini. Wallpapertwilighttwilightseries182086450

Selama ini Edward telah berhasil menyembunyikan identitasnya, tapi Bella bertekad untuk mengetahui rahasia itu. Mereka saling jatuh cinta. Namun, bisakah seorang vampire mencintai manusia yang begitu lemah? Ini adalah kisah cinta terlarang. Dan seperti cinta terlarang lainnya, cinta ini tak mengenal jalan kembali, selain menjadi hidup dan sekaligus mati pada saat yang sama. Bagaimanapun, di buku pertamanya ini, Stephenie Meyer sudah berhasil menyuguhkan sebuah cerita yang addictive, irresistible, mengkombinasikan romance, fantasy & action di 1 buku!

Petak Umpet

March 16th, 2008 by ciputao

Petak Umpet
Oleh: Yulisa Farma

Dia tidak kelihatan lagi
Sudah dua kali dia menghilang
Apa dia bersembunyi?
Tapi, sampai kapan?
Padahal aku sudah menunggu disini
Di simpang yang punya banyak simpang
Yang rumit untuk dijajah satu persatu
Kenapa dia begitu sibuk?
Sehingga tak melihatku sewaktu ada di depannya
Atau dia pura-pura tak melihatku?
Orang yang ingin kulihat adalah dia, buka dia
Tapi, aku melihat dia yang tak ingin kulihat
Sampai kapan dia terus bersembunyi?
Sampai aku tak ada di simpang itu lagi
Aku benci petak umpet ini

Cerita Eldest…………

November 20th, 2007 by ciputao

               

       

   
Eldest

 

Errjh
Eldest
adalah buku kedua dari trilogi Warisan yang ditulis oleh Christopher Paolini. Jalan cerita utama buku ini menceritakan kelanjutan perjalanan dari Eragon dalam usahanya untuk menjadi seorang Penunggang Naga dan mengalahkan Galbatorix.

//<![CDATA[
if (window.showTocToggle) { var tocShowText = “tampilkan”; var tocHideText = “sembunyikan”; showTocToggle(); } Ringkasan Cerita

Buku ini diawali dengan cerita kematian Ajihad, hilangnya Si Kembar
dan Murtagh, serta diawalinya masa kepemimpinan Nasuada sebagai
pemimpin baru Varden. Eragon
bersumpah setia dengan Nasuada, setelah itu ia memutuskan untuk pergi
bertemu dengan kaum Elf untuk melanjutkan pelatihannya. Sementara itu,
Roran dikejar oleh agen-agen kerajaan kiriman Galbatorix yang ingin
menangkapnya untuk dijadikan umpan bagi Eragon.
Setelah beberapa kali bertempur, Roran dan penduduk desa Carvahall
berhasil memukul mundur agen-agen tersebut, akan tetapi Katrina,
tunangan Roran, diculik oleh Raz’ac. Untuk menghindari balasan dari
kerajaan, Roran membawa penduduk desanya untuk melarikan diri ke Surda.

Sesampainya di Ellesméra, ibukota kaum Elf, Eragon dan Saphira
bertemu dengan ratu Islanzadi, yang merupakan ibunda dari Arya. Selain
itu, mereka juga bertemu dengan Oromis dan naganya, Glaedr. Oromis dan
Glaedr kemudian mengajarkan pada Eragon dan Saphira tentang kaum Penunggang. Dalam pelatihannya Eragon seringkali terhambat luka yang ia dapat dari Durza. Luka itu dihilangkan oleh roh-roh Naga saat Eragon mengikuti upacara Agaetí Blödhren. Selain itu ketangkasan, kekuatan dan penampilan layaknya seorang Elf juga didapatkan oleh Eragon.

Setelah disembuhkan, Eragon
mendapatkan kabar bahwa Nasuada sedang memindahkan kaum Varden ke
negara Surda, sementara Galbatorix mengerahkan pasukannya menyerang
Surda. Mendengar kabar ini, ia langsung berangkat menuju Surda untuk
membantu kaum Varden. Di saat yang bersamaan, Roran bertemu dengan Jeod
Longshanks di Teirm.

Jeod yang merupakan anggota kaum Varden memberitahukan kepada Roran mengenai Brom dan Eragon, dan bersama-sama para penduduk desa Carvahall mereka berangkat ke Surda. Eragon
tiba di Surda tepat menjelang pertempuran dimulai. Dalam pertempuran,
kaum Varden dan Surda mendapatkan bantuan dari para Dwarf dan Roran
yang datang di akhir pertempuran. Di tengah-tengah pertempuran datang
seorang Penunggang Naga dari pihak kerajaan. Raja kaum Dwarf, Hrothgar
dibunuh oleh Penunggang Naga tersebut, si Kembar yang ternyata adalah
anak buah Galbatorix juga muncul dan satu persatu membunuh
penyihir-penyihir dari pihak Varden. Eragon
berhadapan dengan Penunggang Naga baru dan berhasil mengetahui bahwa
musuhnya adalah Murtagh yang telah dipaksa bergabung dengan Galbatorix.
Galbatorix telah mengetahui nama asli Murtagh dan Thorn, naga yang
ditunggangi Murtagh, sehingga ia dapat mengendalikan mereka dengan
sesuka hati. Eragon dikalahkan Murtagh, tapi Murtagh tidak membunuhnya. Sebelum ia pergi, Murtagh membeberkan bahwa Eragon
adalah anak bungsu dari Morzan dan Selena, dan Murtagh adalah kakak
dari Eragon. Selain itu ia juga memberitahukan rencana Galbatorix untuk
mengembangkan ras Naga dengan mengawinkan Saphira dengan naga dari
telur ketiga milik Galbatorix.

Pertempuran akhirnya dimenangkan oleh kaum Varden, terutama berkat
pertolongan kaum Dwarf dan kematian si Kembar di tangan Roran. Eragon
akhirnya bertemu kembali dengan Roran, dan ia setuju untuk membantu
Roran menyelamatkan Katrina dari tangan para Raz’ac yang ada di
Helgrind.

 Karakter

Ajihad
Pemimpin kaum Varden yang juga merupakan ayah dari Nasuada. Gugur dalam pertempuran melawan pasukan Urgal di awal buku.
Angela
Seorang penyihir wanita yang membantu Eragon dalam perjalanannya.
Arya
Wanita Elf yang membuat Eragon jatuh hati. Ia adalah anak dari ratu kaum Elf, Islanzadi dan juga pernah menjadi penjaga telur Saphira.
Blagden
Burung Gagak yang pernah menyelamatkan nyawa Raja Evandar. Saat ini Blagden tinggal bersama Ratu Islanzadi.
Elva
Seorang anak gadis yatim-piatu yang tinggal bersama kaum Varden. Eragon secara tidak sengaja mengutuknya pada saat ingin memberkatinya.
Eragon
Karakter utama dalam trilogi Warisan. Dalam buku ini dia melakukan perjalanan menuju Ellesméra untuk melanjutkan latihannya sebagai seorang Penunggang Naga yang baru. Bersama Saphira dia berlatih dengan Oromis dan Glaedr. Luka yang didapatkannya dalam buku Eragon disembuhkan pada saat pelaksanaan Agaetí Blödhren, selain itu sosok Eragon juga dirubah menjadi lebih mirip Elf.
Galbatorix
Raja Alagaësia yang kejam dan merupakan pembantai kaum Penunggang Naga.
Glaedr
Naga emas yang terikat dengan Oromis, ia melatih Saphira di Ellesméra.
Islanzadi
Ratu kaum Elf dan ibunda dari Arya
Morzan
Kaum terkutuk yang pertama dan terakhir, dia adalah ayah dari Eragon dan Murtagh. Terbunuh oleh Brom saat memperebutkan telur Saphira. Pemilik pertama pedang Zar’roc.
Murtagh
Anak pertama dari Morzan, menjadi teman baik Eragon.
Ia tertangkap pasukan Urgal, kemudian dibawa ke hadapan Galbatorix
dimana ia dipaksa menjadi Penunggang bagi naga baru, Thorn dan dipaksa
menjadi pengikut Galbatorix dengan kekuatan sihir.
Nasuada
Anak gadis dari Ajihad, dipilih menjadi pemimpin Varden yang baru. Eragon adalah orang kepercayaannya.
Oromis
Salah satu dari kaum Penunggang yang tersisa. Ia melatih Eragon di Ellesméra. Ia menderita penyakit dan hidupnya sudah tidak lama, akibatnya ia tidak dapat melakukan sihir dengan kekuatan besar.
Roran
Sepupu dari Eragon.
Saat desanya diserang dan tunangannya, Katrina, diculik Raz’ac, ia
membawa para penduduk desanya melarikan diri ke Surda. Bersama Eragon dia bersumpah akan menyelamatkan Katrina sekaligus membalaskan dendam ayahnya, Garrow, yang dibunuh oleh Raz’ac.
Saphira
Naga Eragon yang cerdik dan setia.
Solembum
kucing jadi-jadian yang bersama Angela membantu Eragon
Thorn
Naga merah yang ditunggangi oleh Murtagh. Naga kedua yang menetas
dari tiga telur naga yang dimiliki Galbatorix (yang pertama adalah Saphira).
Si Kembar
Sepasang penyihir kembar yang bekerja untuk Varden. Pada akhirnya
terungkap bahwa mereka bekerja untuk Galbatorix. Keduanya tewas di
tangan Roran.
Vanir
Seorang Elf yang tidak menyukai Eragon. Setelah Agaetí Blödhren ia menjadi hormat terhadap Eragon.

Harry Potter 7 ( Deathly Hallows)

November 6th, 2007 by ciputao

Harry Potter and the Deathly Hallows

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Pengarang     J. K. Rowling
Judul asli     Harry Potter and the Deathly Hallows
(Belum ada versi bahasa Indonesia)

Harry
Harry Potter and the Deathly Hallows adalah buku ketujuh dan terakhir dari seri novel Harry Potter oleh J. K. Rowling.

Deathly Hallows diluncurkan secara serentak di seluruh dunia di 93 negara[1], pada tanggal 21 Juli 2007, satu menit setelah tengah malam (00:01), British Summer Time.
Judul buku ini diumumkan pada 21 Desember 2006 melalui situs web Rowling, dan dikonfirmasikan tak lama kemudian oleh penerbitnya.[2] Rowling menyatakan bahwa seri terakhir ini berkaitan erat dengan buku sebelumnya, Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran, yang menurutnya "hampir seperti dua bagian dari satu novel". Rowling meninggalkan sebuah pernyataan yang ditandatangani, tertulis di sebuah patung dada pualam di Hotel Balmoral, Edinburgh, yang menyatakan;
Saya akan menceritakan sedikit tentang Harry Potter yang ke 7, karena sungguh lama sekali kita menunngu keluarnya yang berbahasa indonesia. Sumber saya dapat dari wikipedia dengan sedikit pemotongan. 

Meninggalkan rumah Dursley

Harry Potter memasuki umur 17 tahun di mana ia mencapai umur kedewasaan secara dunia sihir. Sebelum berumur 17 tahun, Harry masih terlindung dari Voldemort selama ia tinggal di rumah keluarga Dursley yang memiliki pertalian darah dengannya. Dengan memasuki umur kedewasaannya, mantera itu akan terangkat dengan sendirinya dan mengharuskan Harry untuk melindungi dirinya sendiri.

Atas informasi dari Severus Snape, Lord Voldemort dan para pengikutnya mengetahui informasi mengenai akan terangkatnya mantera perlindungan ini dan berencana untuk menyergap Harry ketika ia akan meninggalkan rumah keluarga Dursley. Voldemort juga sedang mencari tongkat sihir baru yang dapat mengatasi tongkat sihir Harry. Sesaat sebelum mantera perlindungan Harry berakhir, keluarga Dursley diamankan ke tempat yang dirahasiakan, dan beberapa anggota Orde Phoenix tiba untuk mengawal Harry ke tempat yang aman. Enam orang menyamar sebagai Harry, tapi Harry yang asli ketahuan dalam perjalanan dan diserang oleh Voldemort dan para Pelahap Mautnya. Harry berhasil melarikan diri ke rumah keluarga Weasley, the Burrow, tapi Hedwig dan Mad-Eye Moody terbunuh dalam pertempuran.

Beberapa hari kemudian, Menteri Sihir Rufus Scrimgeour tiba di kediaman Weasley dan memberikan warisan Dumbledore untuk mereka: Deluminator untuk Ron (alat seperti korek api yang dapat memadamkan/menyalakan cahaya); buku mengenai kisah anak-anak sihir untuk Hermione; dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan Snitch pertama yang ditangkap Harry dalam pertandingan Quidditch pertamanya. Namun demikian, pedang Gryffindor ditahan oleh Menteri Sihir, karena kementerian berpendapat bahwa pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Belakangan, dari Snitch itu muncul sebuah petunjuk yang ditulis oleh Dumbledore: "Aku membuka pada akhirnya" (bahasa Inggris: "I open at the close"). Walaupun ketiganya tidak belum dapat mengetahui mengapa Dumbledore meninggalkan masing-masing mereka benda-benda tersebut, mereka mempercayai bahwa benda-benda itu dimaksudkan entah bagaimana untuk membantu mereka menemukan horcrux-horcrux Voldemort.

Pencarian Horcrux

Dalam resepsi pernikahan Bill Weasley dan Fleur Delacour, Patronus dari Kingsley Shacklebolt muncul dengan peringatan bahwa Kementerian Sihir telah jatuh dan para Pelahap Maut sedang mendatangi mereka. Harry, Ron, dan Hermione melarikan diri dengan berdisapparate, dan akhirnya berlindung di markas besar Orde Phoenix yang telah ditinggalkan di Grimmauld Place nomor dua belas, rumah yang diwarisi Harry dari Sirius Black. Di rumah ini, Harry mendapati bahwa ternyata adik Sirius, Regulus yang tewas oleh Voldemort, memiliki nama Regulus Arcturus Black yang berinisial sama dengan "R.A.B." yakni orang yang mengambil Horcrux liontin Salazar Slytherin dari gua pinggir laut yang tersembunyi.[HP6] Hermione teringat pernah melihat sebuah liontin di antara barang-barang milik Kreacher, peri rumah di tempat itu. Kreacher merujuk Mundungus Fletcher yang mengakui telah mencuri liontin itu dari si peri rumah dan menggunakannya untuk menyogok Dolores Umbridge. Yakin bahwa liontin itu salah satu Horcrux yang sedang mereka cari, ketiganya memasuki Kementerian Sihir menggunakan samaran Ramuan Polijus. Mereka berhasil mengambil liontin itu dari leher Umbridge tanpa disadarinya, tapi tempat persembunyian mereka di Grimmauld Place berhasil diketahui musuh.

Ketiga sahabat itu melarikan diri. Mereka tidak berhasil membuka apalagi menghancurkan liontin itu, dan bergantian memakai liontin itu untuk menjaganya. Mereka juga berhasil mengetahui bahwa pedang "warisan Dumbledore" yang ditahan oleh kementerian sebenarnya adalah pedang tiruan; dan bahwa pedang Gryffindor yang aslilah yang dapat menghancurkan Horcrux-Horcrux itu. Harry hendak mencari pedang itu, tapi Ron, yang khawatir akan keamanan keluarga dan kecewa karena ternyata Harry tidak memiliki rencana apa pun dari Dumbledore, meninggalkan Harry dan Hermione. Keduanya kemudian pergi ke Godric’s Hollow untuk mencari pedang itu. Di sana, mereka disergap oleh Voldemort dan Nagini. Ketika mereka berhasil melarikan diri, Hermione tanpa sengaja mematahkan tongkat sihir Harry.

Di Hutan Dean, Harry melihat sebuah Patronus berbentuk Rusa betina di dekat tempat mereka berkemah. Patronus itu membawanya ke sebuah kolam es berisikan pedang Gryffindor. Ketika Harry berusaha untuk menyelam ke dalam kolam es untuk mengambil pedang tersebut, Horcrux liontin yang dikenakannya tiba-tiba mengetat dan berusaha mencekik lehernya. Ron, yang menggunakan Deluminator untuk mencari Harry dan Hermione, tiba dan berhasil menyelamatkan Harry dari tenggelam di kolam itu, mengambil pedang, dan kemudian berhasil menghancurkan liontin itu. Ron memperingatkan Harry dan Hermione bahwa nama Voldemort sekarang telah menjadi dimanterai Tabu - sehingga orang yang berani menyebut nama itu akan menyebabkan tempatnya bersembunyi akan tersingkap.

Relik Maut
Simbol Relik Maut (the Deathly Halows)

Ketiga sahabat pergi mengunjungi Xenophilius Lovegood, ayah Luna, untuk menanyakan mengenai simbol yang pernah mereka lihat digunakan oleh Xenophilius dan simbol yang sama dengan simbol yang ada di buku anak-anak milik Hermione. Lovegood menyatakan bahwa simbol itu adalah simbol dari Relik Maut (the Deathly Hallows), tiga benda legendaris yang dapat menaklukkan kematian: Tongkat sihir Elder (Elder Wand), Batu Kebangkitan (Resurrection Stone), dan Jubah Gaib. Ketika ditekan mengenai keberadaan Luna, Lovegood mengakui bahwa para Pelahap Maut telah menculik putrinya; dan bahwa ia juga telah memberitahu Kementerian Sihir (yang telah dikontrol oleh para Pelahap Maut) mengenai keberadaan ketiganya; namun mereka berhasil melarikan diri.

Beberapa pemburu harta karun menangkap ketiganya di perkemahan mereka setelah Harry secara ceroboh menyebut nama Voldemort. Mereka dipenjarakan di rumah keluarga Malfoy, bersama-sama dengan Luna Lovegood, Dean Thomas, Ollivander si pembuat tongkat sihir, dan goblin Griphook. Ketika menemukan pedang Gryffindor di antara milik mereka, Bellatrix Lestrange mencurigai bahwa mereka telah mencuri masuk ke tempat penyimpanan miliknya di Bank Gringott. Bellatrix menyiksa Hermione untuk mendapatkan informasi. Dobby berapparate ke penjara bawah tanah tempat mereka semua disekap dan menyelamatkan mereka. Petter Pettigrew turun ke bawah tanah untuk menyelidiki kegaduhan dan mencekik Harry, yang mengingatkan bahwa Pettigrew berhutang nyawa kepadanya.[HP3] Cengkeraman Pettigrew melemah, tangan peraknya terlepas dan mencekik tuannya sendiri sampai mati sebagai balasan hutang nyawa itu. Harry dan Ron berlarian menaiki tangga untuk menyelamatkan Hermione. Ron melucuti Bellatrix sementara Harry mengalahkan dan mengambil tongkat sihir Draco. Dobby muncul kembali dan mereka berempat berapparate ke rumah Bill dan Fleur Weasley. Sesaat sebelum mereka menghilang, Bellatrix melemparkan pisau dan secara fatal menembus tubuh Dobby.

Di kediaman Bill, Ollivander membenarkan akan keberadaan Tongkat Elder itu. Ia juga mengungkapkan bahwa sebuah tongkat sihir dapat memilih untuk berganti ke tuan yang baru jika pemiliknya dikalahkan atau dilucuti. Tindakan Bellatrix meyakinkan ketiga sahabat itu bahwa ada Horcrux lain yang disembunyikan di lemari besi Lestrange. Dengan bantuan Griphook, mereka memasuki Gringotts dan berhasil mengambil Horcrux yang lainnya, Piala Helga Hufflepuff. Griphook mencuri pedang Gryffindor, karena menganggap bahwa pedang itu sesungguhnya adalah milik kaum Goblin, dan ketiga sahabat berhasil melarikan Horcrux Piala itu. Dengan kejadian ini, Voldemort, yang berhasil mencuri Tongkat Elder dari makam Dumbledore, menyadari sepenuhnya bahwa Harry Potter dan sahabat-sahabatnya sedang mencari dan menghancurkan Horcrux-Horcruxnya. Secara tidak sengaja, pikiran Harry terhubung dengan pikiran Voldemort yang mengungkapkan bahwa ada satu lagi Horcrux yang disembunyikan di Hogwarts. Harry segera menyadari bahwa Horcrux di Hogwarts ini adalah Mahkota Rowena Ravenclaw.

Pertempuran Hogwarts

Di Hogsmeade, Aberforth Dumbledore membantu Harry, Ron, dan Hermione untuk menyelinap masuk ke Hogwarts. Harry memperingatkan para staf pengajar Hogwarts bahwa Voldemort akan segera datang menyerbu. Orde Phoenix, Laskar Dombledore, para pelajar, dan banyak alumni Hogwarts tiba di sana ketika para pengikut Voldemort tiba menyerang. Pertempuran ini memakan banyak korban, di antaranya adalah Fred Weasley, Remus Lupin, Nymphadora Tonks Lupin, dan Colin Creevey. Sementara Harry mencari Horcrux Mahkota itu, Ron dan Hermione memasuki Kamar Rahasia untuk mengambil taring ular Basilisk yang dahulu dibunuh oleh Harry.[HP2] Hermione menggunakan taring itu untuk menghancurkan Horcrux Piala Hufflepuff. Dalam pencarian itu, Harry kemudian teringat bahwa ia pernah melihat Mahkota itu di Kamar Kebutuhan. Di kamar itu, ketiganya diserang oleh Malfoy, Crabbe, dan Goyle. Crabbe mempergunakan mantera Fiendfyre yang sangat kuat yang malah membunuh dirinya sendiri tapi juga menghancurkan mahkota itu.

Pikiran Harry terhubung dengan pikiran Voldemort kembali, dan ketiganya segera pergi ke Shrieking Shack. Mereka mendengar Voldemort memberitahu Snape bahwa Tongkat Elder tidak dapat digunakannya dengan baik dikarenakan Snape telah menjadi tuan atas Tongkat itu setelah Snape membunuh pemilik Tongkat itu sebelumnya, Albus Dumbledore.[HP6] Voldemort yakin bahwa dengan membunuh Snape maka Tongkat itu akan menjadi miliknya seutuhnya. Ia menyuruh Nagini untuk membunuh Snape, kemudian pergi ke Hogwarts. Ketika Snape sedang jatuh sekarat, ia memberikan Harry memorinya. Memori ini kemudian mengungkapkan bahwa Snape, sekalipun tidak sepenuhnya baik, adalah orang yang setia kepada Dumbledore, didorong oleh cinta seumur hidupnya kepada ibu Harry, Lily Potter. Dumbledore, yang hidupnya sudah tidak lama lagi akibat kutukan yang mengenainya dari Horcrux Cincin Gaunt, telah menyuruh Snape untuk membunuh Dumbledore bila perlu, untuk melindungi peranan Snape dalam Orde Phoenix dan juga untuk menggantikan Draco Malfoy yang ditugasi Voldemort untuk membunuh kepala sekolahnya. Adalah Snape juga yang mengirimkan Patronus Rusa betina yang mengantar Harry ke pedang Gryffindor. Memori itu juga mengungkapkan bahwa Harry sendiri adalah Horcrux — Voldemort tidak akan dapat dibunuh selama Harry masih hidup.

Pasrah akan nasibnya, Harry pergi seorang diri ke Hutan Terlarang di mana Voldemort telah menunggu. Dalam perjalan itu, Harry menemukan petunjuk dari Snitch, yang membuka dan di dalamnya terdapat Batu Kebangkitan. Harry memanggil arwah dari orang tuanya, Sirius Black dan Remus Lupin, yang menenangkan dan menemaninya ke tempat Voldemort. Ia kemudian membiarkan kutukan Voldemort, Avada Kedavra, mengenai dirinya. Harry terbangun di suatu tempat seperti di dunia lain dan tidak yakin apakah ia masih hidup atau sudah mati. Albus Dumbledore muncul dan menjelaskan bahwa bagian jiwa Voldemort yang berada di dalam diri Harry telah dihancurkan oleh kutukan pembunuh itu. Ia menjelaskan juga bahwa seperti Voldemort tidak dapat dibunuh sementara bagian jiwanya masih tersisa, maka Harry juga tidak dapat dibunuh sementara darahnya masih mengalir di tubuh Voldemort. Harry, yang berhasil "mengalahkan maut" dengan menyatukan ketiga Relik Maut, mendapat pilihan untuk "meninggalkan dunia" atau kembali hidup di dunia.

Harry hidup kembali, tapi ia berpura-pura telah tewas. Voldemort menyuruh untuk membawa Harry ke Hogwarts sebagai tanda kemenangan. Ketika pertempuran memanas kembali, Harry memakaikan dirinya sendiri Jubah Gaib. Neville menarik pedang Gryffindor dari Topi Seleksi dan berhasil memenggal kepala Nagini, menghancurkan Horcrux terakhir. Penduduk desa Hogsmeade, para Centaurus dari hutan, dan para peri rumah Hogwarts ikut masuk dalam pertempuran melawan para Pelahap Maut, yang mulai berbalik kalah unggul dalam jumlah. Di dalam puri, McGonagall, Kingsley, dan Slughorn berduel melawan Voldemort; sementara Ginny, Hermione, dan Luna melawan Bellatrix Lestrange. Ketika sebuah kutukan pembunuh hampir mengenai Ginny, Molly Weasley terjun ke pertempuran, mendorong para gadis menjauh, dan dengan sengit bertempur dengan Bellatrix. Ia berhasil membunuh Bellatrix dengan manteranya. Harry menampakkan dirinya kembali dan menantang Voldemort. Harry berhasil menyimpulkan bahwa Voldemort bukanlah pemilik sejati dari Tongkat Elder. Ketika Draco Malfoy melucuti Dumbledore di Menara Astronomi, Draco tanpa sadar telah menjadi pemilik Tongkat Elder; dan ketika Harry belakangan merebut tongkat Draco, ia sendiri menjadi pemilik baru yang sejati dari Tongkat Elder. Voldemort melemparkan Kutukan Pembunuh kepada Harry yang dilawan Harry dengan Mantera Pelucutan Senjata; namun Tongkat Elder melindungi tuannya sehingga kutukan Voldemort memantul dan berbalik membunuh Voldemort sendiri.

Setelah pertempuran berakhir, Harry mendatangi lukisan Dumbledore. Ia memberitahu bahwa ia akan menyimpan Jubah Gaib itu, tapi untuk mencegah ketiga Relik Maut itu bersatu kembali, Batu Kebangkitan akan dibiarkan di tempat ia terjatuh di Hutan Terlarang, dan Tongkat Elder akan dikembalikan ke makam Dumbledore. Jika Harry kelak meninggal tanpa terkalahkan, maka kekuatan Tongkat Elder akan padam seiring dengan kematiannya. Lukisan Dumbledore menganggukkan persetujuannya. Sebelum menempatkan Tongkat Elder kembali ke makam itu, Harry mempergunakannya untuk memperbaiki tongkat sihirnya sendiri yang telah patah.

Epilog

Sembilan belas tahun kemudian, Harry telah menikah dengan Ginny Weasley, dan mereka memiliki tiga anak bernama James, Albus Severus, dan Lily. Ron dan Hermione juga menikah dan memiliki dua anak, Rose dan Hugo. Keluarga-keluarga itu bertemu di Stasiun King’s Cross, di mana Albus akan memasuki tahun pertamanya bersekolah di Hogwarts. James, anak pertama mereka, sudah bersekolah di Hogwarts, sementara Lily baru akan masuk ke Hogwarts dua tahun kemudian.

Anak baptis Harry yang berumur sembilan belas tahun, Teddy Lupin, ditemukan berciuman dengan Victoire Weasley (putri Bill dan Fleur) di salah satu kompartemen kereta. Teddy tampaknya sangat dekat dengan keluarga Potter, dengan perkataan Harry, "Ia sudah datang untuk makan malam bersama empat kali seminggu."

Harry juga melihat Draco Malfoy dan istrinya bersama putra mereka, Scorpius. Malfoy menganggukkan kepala singkat ke Harry, kemudian pergi.

Harry menenangkan Albus, yang khawatir akan masuk ke Slytherin. Ia memberitahu bahwa Severus Snape, dari mana nama Severus diambil, adalah seorang Slytherin dan ia adalah orang yang paling berani yang pernah ditemuinya. Harry juga membocorkan bahwa Topi Seleksi akan mengikuti pilihan seseorang.

Neville Longbottom telah menjadi guru Herbologi dan berteman baik dengan Harry.

Buku ini diakhiri dengan pengungkapan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi selama sembilan belas tahun sejak Pangeran Kegelapan dikalahkan, dan semuanya berjalan dengan baik.
Berakhir di sini.

Komentar dan suplemen dari Rowling

Dalam sebuah wawancara[7] dan online chat,[8][9][10] Rowling memberikan informasi tambahan mengenai masa depan dari para tokoh utama yang tidak jadi dituliskannya di bagian epilog:

        * Harry menjadi seorang Auror di Kementerian Sihir dan kemudian diangkat sebagai Kepala Departemennya. Ia tetap menyimpan motor Sirius yang sudah diperbaiki oleh Arthur Weasley, tapi ia sudah tidak lagi bisa berbicara Parseltongue setelah hancurnya bagian jiwa Voldemort yang ada di dalam dirinya.
        * Ginny Weasley bermain untuk tim Quidditch Inggris dan Irlandia, Holyhead Harpies selama beberapa waktu, dan kemudian menjadi jurnalis kepala untuk Quidditch di Daily Prophet.
        * Ron bekerja selama beberapa saat bersama George di tokonya, Weasleys’ Wizard Wheezes, dan belakangan menyusul Harry menjadi Auror.
        * Hermione menemui orang tuanya di Australia dan menarik Mantera Perubahan Memori yang dikenakannya kepada mereka. Ia pada mulanya bekerja di Kementrian Sihir pada Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib, secara besar-besaran memperbaiki kehidupan para peri-rumah dan makhluk sejenisnya. Ia belakangan pindah ke Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir dan membantu menghapuskan hukum yang sangat pro-darah murni.

Rowling juga menceritakan tentang masa depan para tokoh lainnya:

        * George Weasley menjalankan toko leluconnya yang sangat berhasil, yang dibantu Ron pada awalnya. George menamai anak pertamanya Fred, mengikuti kembarannya yang telah tewas.
        * Luna Lovegood berpetualang ke berbagai tempat di dunia untuk mencari makhluk-makhluk yang aneh dan unik. Ia akhirnya menikah dengan Rolf, cucu dari seorang naturalis terkenal, Newt Scamander, penulis buku Hewan-hewan Fantastis dan Di Mana Mereka Bisa Ditemukan.[10] Majalah sihir milik ayahnya, The Quibbler, telah kembali ke kondisi biasanya yang "memuat berita-berita aneh" dan dihargai untuk humornya yang tak disengaja.
        * Firenze diterima kembali ke kawanannya, yang akhirnya mengakui bahwa kecenderungannya yang pro-manusia bukanlah sesuatu yang memalukan tetapi terhormat.
        * Dolores Umbridge ditahan, diinterogasi, dan dipenjarakan atas kejahatan terhadap para penyihir kelahiran Muggle.

Terjadi perubahan besar di dunia sihir secara luas:

        * Kingsley Shacklebolt menjadi Menteri Sihir, dengan Percy Weasley yang bekerja di bawahnya sebagai pejabat tinggi. Salah satu reformasi yang dibuat oleh Shacklebolt, Azkaban tidak lagi mempergunakan Dementor sebagai penjaganya. Hasilnya, dunia menjadi "tempat yang lebih cerah".
        * Harry, Ron, dan Hermione juga telah mewarnai perubahan Kementerian menurut kemampuan mereka masing-masing.
        * Di Hogwarts, Asrama Slytherin menjadi lebih cerah dan tidak lagi menjadi kubu darah-murni sebagaimana yang pernah terjadi sebelumnya. Namun demikian, reputasi gelapnya tetap ada.
        * Kutukan Voldemort atas posisi Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam juga turut lenyap menyusul kematiannya, sehingga sekarang sudah ada guru Pertahanan yang permanen.
        * Lukisan Snape, yang sebentar saja menjabat Kepala Sekolah Hogwarts setelah kematian Dumbledore, tidak muncul di dinding kantor kepala sekolah karena ia meninggalkan posnya. Harry berusaha untuk melobi agar lukisan Snape ditambahkan di sana, dan mengungkapkan kepada semua orang akan kesetiaan Snape yang sesungguhnya.

Kebun Binatang di Kulit Manusia

October 29th, 2007 by ciputao

Interaktif, New York:Mirip kebun binatang, sebanyak 182 spesies bakteri ternyata berhimpun di kulit manusia. Beberapa diantaranya tinggal disana permanen, yang lain hanya singgah. Beberapa merugikan kesehatan, beberapa juga ternyata sangat diperlukan. “Kulit kita sudah mengenal mereka semua cukup lama,” kata Martin Blaser, pakar mikrobiologi di New York University School of Medicine.

Dalam penelitian yang hasilnya dimuat dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, Blaser dan teman-temannya mengambil contoh usapan dari lengan depan enam orang, pria dan wanita, sehat. Mereka mempelajari populasi bakteri di kulit—organ terluas milik manusia.
Lewat metode sensus dengan teknik molekuler DNA, mereka mendapati sekitar 250 spesies bakteri disana. Sebanyaka 182 diantaranya berhasil diidentifikasi. Lebih darui setengahnya termasuk jenis Staphylococcus, Streptococcus, Propionibacteria dan Corynebacteria.

Blaser lalu membandingkan dengan sebuah kebun binatang yang cukup lengkap apabila menyimpan koleksi 100 sampai 200 spesies. “Tapi pada kulit manusia, di bagian lengannya saja, sudah memenuhi kriteria kebun binatang yang bagus,” katanya.

Suatu Saat…………….!

August 20th, 2007 by ciputao

aku merasa dunia ini tak adil kepadaku. semuanya begitu kabur bagiku. aku merasa seperti di anak tirikan. dicampakkan begitu saja tanpa mengenal kasih. aku berfikir, bagaimana caranya agar aku bisa membahagiakan diriku dan diri orang lain yang aku sayangi. ternyata aku tidak menemukannya. aku terus mencari dan mencari. ternyata aku tidak menemukannya. apakah benar dia hilang atau dia sengaja bersembunyi dariku? mungkin saja dia sengaja menyembunyikan diri, dari orang yang tak pantas mendapatkan apapun seperti aku. aku tidak menyerah, aku terus mencarinya. ternyata ia benar-benar bersembunyi dariku, dan tek mau menampakkan wajahnya yang terlalu indah untuk ku lihat. aku akan menunggunya terus sampai dia jenuh dan mau menampakkan dirinya padaku. aku yakin suatu saat. ya ……..suatu saat………………

aku adalah semut

August 15th, 2007 by ciputao

walaupun aku merasa diriku paling berkuasa,tapi aku seperti semut kecil yang tak tahu apa-apa.

walupun aku merasa orang yang paling bahagia tapu aku merasa orang yang menyedihkan.

walaupun aku merasa sukses tapi aku merasa orang yang tidak berguna sama sekali.